Minggu, 03 April 2011

Audio MixDown

Langkah-langkah pembuatan sound

Buka aplikasi adobe audition 2
Klik tombol file, kemudian new session, dan pilih sample rate nya, misalkan 44100

Import lagu yang akan di mix / diedit, pilih file kemudian pilih import (Ctrl + I)

· Setelah lagu selesai diedit, kemidian pilih Export, Audio mixdown. Untuk menggabungkan semua hasil editan menjadi satu, dan menyimpannya dalam bentuk satuan format tertentu.



Berikut adalah hasil stelah normalize dan hardlimiting


Perbedaan jenis-jenis format audio

- WAV

WAV yang merupakan kependekan dari WAVeform audio format yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM menjadi format standar suara de-facto Windows. Awal dari hasil ripping CD direkam menggunakan format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun seiring berjalannya waktu, hal ini dilewatkan karena ukuran file dengan format WAV yang besar.

- Mp3

Mp3 atau MPEG Audio Layer 3 merupakan format paling populer diindustri musik digital. Hal ini karena ukuran file yang kecil dengan kualitas yang hampir sama dengan CD audio.

- WMA

WMA atau Windows Media Audio merupakan format paling disukai oleh vendor musik karena mendukung DRM. DRM atau Digital Rights Management sendiri merupakan fitur untuk mencegah pembajakan.

- Ogg
Ogg adalah format pemuat berkas video dan audio standar yang bebas dan dikembangkan oleh Xiph.Org Foundation.
Nama "Ogg" merujuk kepada format berkas yang dapat memultipleksikan sejumlah codec sumber terbuka yang saling mandiri dan terpisah untuk audio, video, teks (seperti terjemahan film), dan metadata.

- AIFF dan AIFC ( Audio Interchange File Format )

File AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF adalah uncomressed code pulse modulation (PCM), namun ada juga varian terkompresi yang dikenal sebagai AIFF, AIFF-C atau aifc, dengan berbagai kompresi codec.



<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Minggu, 20 Maret 2011

Bamboo Pen Tablet

Nama : Dian Sari Eka Pratiwi

No BP : 0901082036

Kelas : Teknik Komputer 2B

· Fungsi Bamboo Fun Tablet

Bambo fun tablet merupakan alat yang serupa fungsinya dengan mouse biasanya, pen tersebut dapat digerakkan dan melakukan fungsi klik dan double klik seperti hal nya mouse.

Sebagai media penggerak atau pad nya, pen tersebut dilengkapi dengan tablet yang memiliki beberapa tombol dan fungsi-fungsi tersendiri.

Dari gambar diatas fungsi dari masing-masing tombol adalah sebagai berikut :

1. Tombol ( > ) fungsinya menempatkan sesuatu pada arahan berikutnya, misalnya ketika kita membuka Ms Word tombol tersebut akan membantu kita mengarahkan pada halaman berikutnya.

2. Tombol ( FN2) untuk switch application, memilih applikasi apa yang akan dibuka dengan memilih salah satu aplikasi, misalnya Macromedia Flash Player

3. Tombol ( FN1 ) untuk mengarahkan user kembali pada tampilan desktop komputer

4. Tombol (< ) fungsinya mengembalikan sesuatu pada arahan sebelumya, misalnya ketika kita membuka Adobe Reader tombol tersebut membantu kita mengarahkan pada halaman sebelumnya

5. Tombol Touch Ring berfungsi sebagai scroll down atau scroll up, dengan kecepatan yang bisa diatur, pada properties, user menset dengan speed medium

· Menjelaskan contoh penggunaan dan hasil

Pada saat pratikum multimedia saya menggunakan pen tablet pada aplikasi Paint. Berikut contoh hasilnya

Pada applikasi tersebut saya mencoba membuat nama dengan bamboo pen tablet dengan menggunakan tools airbrush, seperti halnya mouse pen digerakkan ke kiri dan ke kanan.

· Manfaat Penggunaaan Bamboo Pen Tablet

  1. Penggunaan bamboo pen tablet berguna sebagai unit yang membantu dalam hal multimedia, seperti menggambar dan kerja sederhana lainnya
  2. Pen Tablet juga dapat menggantikan mouse
  3. Saat menggunakan Pen Tablet Hasil karya terlihat lebih hidup di bandingkan dengan mouse biasa, karena pen tablet hampir sama dengan pensil biasa.

Jumat, 02 Juli 2010

tugas 8

Register Buffer Terkendali dan Register Geser Terkendali

 

Register Buffer Terkendali

Gambar di bawah ini memperlihatkan sebuah register bufer terkendali dengan CLR aktif tinggi. Artinya jika CLR tinggi, semua flip-flop mengalami reset dan data yang tersimpan menjadi Q = 0000. Ketika CLR kembali ke keadaan rendah, register telah siap untuk beroperasi. 

LOAD merupakan masukan kendali yang menentukan operasi rangkaian. Jika LOAD rendah, isi register tidak berubah. Jika LOAD tinggi, dengan tibanya tepi positif sinyal detak, bit-bit X dimasukkan dan data yang tersimpan menjadi jika load tinggi dengan tibanya tepi positif sinyal detak biut bit X dimasukkan dan data yang tersimpan menjadi Q3Q2Q1Q0 =X3 X2 X1 X0

Ketika LOAD kembali ke keadaan rendah, kata tersebut telah tersimpan dengan aman. Artinya, bit X dapat berubah tanpa mengganggu kata yang telah tersimpan tadi



Register Geser Terkendali

 

register geser terkendali (controlled shift register) mempunyai masukan-masukan kendali yang mengatur operasi rangkaian pada pulsa pendetak yang berikutnya. Jika SHL rendah maka sinyal SHL tinggi. Keadaan ini membuat setiap keluaran flip-flop masuk kembali ke masukan datanya. Karena itu data tetap tersimpan pada setiap flip-flop pada waktu pulsa-pulsa detak tiba Jika SHL tinggi, Din akan masuk ke dalam flip-flop paling kanan, Q0 masuk ke dalam flip-flop kedua, Q1 masuk ke dalam flip-flop ketiga, dst. Dengan demikian rangkaian bertindak sebagai register geser kiri. 

 

















Minggu, 20 Juni 2010

tugas 7

Rangkaian UP DOWN COUNTER

Counter merupakan aplikasi dari Flip-flop yang mempunyai fungsi menghitung. Proses penghitungan yang dilakukan Counter secara sekuensial, baik menghitung naik (Up Counting) maupun turun (Down Counting).

Berdasarkan pemberian trigger di masing-masing flip-flop penyusun rangkaian Counter, dikenal 2 macam Counter : Counter Sinkron (Synchronous Counter) dan Counter Asinkron (Asynchronous Counter).

Pada Counter Sinkron, sumber clock diberikan pada masing-masing input Clock dari Flip-flop penyusunnya, sehingga apabila ada perubahan pulsa dari sumber, maka perubahan tersebut akan men-trigger seluruh Flip-flop secara bersama-sama.

Sebuah Counter disebut sebagai Up Counter jika dapat menghitung secara berurutan mulai dari bilangan terkecil sampai bilangan terbesar. Contoh : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-….

Sedangkan Down Counter adalah Counter yang dapat menghitung secara berurutan dari bilangan terbesar ke bilangan terkecil. Tabel PS/NS untuk Up dan Down Counter 3 bit

seperti ditunjukan pada Tabel 4.1.


gambar rangkaian up down counter






Minggu, 06 Juni 2010

subtractor











pengurangan komplemen 2

Penjumlah pengurang komplemen-2 adalah rangkaian logika yang menjumlahkan atau mengurangkan bilangan biner menggunakan representasi komplemen-2.
Penjumlahan:
Jika SUB = 0, maka gerbang XOR hanya akan meneruskan nilai B. Rangkaian sama dengan rangkaian penjumlah biner A+B. Pengurangan: Jika SUB = 1, maka gerbang XOR membalikkan nilai B dan menambah bit 1 untuk FA yang paling kanan sehingga dihasilkan komplemen-2 dari B
Pada sistem pengurangan bilangan biner, ada dua buah bilangan biner yang akan kita kurangkan: misalnya :
Bilangan I : 8
Binernya : 1000
Bilangan II : 5
Binernya : 0101
Untuk mengurangkan bilangan biner tersebut maka kita perlu melakukan beberapa langkah,
Langkah pertama
Ex : bilangan I= 8; bilangan II = 5
Maka bilangan biner kedua kita inverskan kemudian kita tambah dengan satu
Bilangan II : 0101
Inversnya : 1010, kemudian kita tambah dengan satu
1010
1 +
1011
Langkah kedua :
Kemudian jumlahkan bilangan pertama dengan bilangan kedua yang telah diproses tadi
1000
1011 +
1 0011
Angka satu pada rangkaian tidak kita pakai, karena angka satu tersebut menandakan bahwa bilangan tersebut adalah hasil dari pengurangan bilangan biner, berbeda dengan penjumlahan, jika penjumlahan maka komplemennya adalah 0.

Sabtu, 01 Mei 2010

tugas again

FULL ADDER



Sebuah rangkaian kombinasional yang melaksanakan penjumlahan 2 digit biner disebut dengan half adder, sedangkan rangkaian yang melaksanakan penjumlahan 3 bit disebut full adder. Rangkaian full adder dapat tersusun dari dua buah half adder. Di pasaran rangkaian full adder sudah ada yang berbentuk IC, seperti 74LS83 (4-bit full adder).


pada prinsipnya bekerja seperti Half-Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3: A, B dan Ci, sementara bagian output ada 2: S dan Co. Ci ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.


gambar rangkaian
















diagram sirkuit full adder














rumusan